Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

TUBUH HATI NYAWA RAHASIA

(Jika satu tertinggal semua tak dapat)
Allah menjadikan kita punya Zahir dan punya Batin. Yang Batin itu Ruh dan yang Zahir itu tubuh. Ruh ini Zat; tubuh ini Sifat. Kelakuan Zahir ini kelakuan dari mana? Dari Batin. Kelakuan Batin itu kelakuan siapa? Kelakuan Zat. Siapa yang berkelakuan pada Zat itu? Tentulah Zat-nya Zat, itulah ALLAH.

Maka ketika orang tauhid sudah mengetahui jalan ini, dirasakannya semua dari Allah: minallah. Kalau sudah dirasakan oleh Batinnya semua dari Allah, berarti batinnya sudah karam musyahadahnya pada Allah dan ketika melihat zahirnya itu, dirasakannya rasa isbat saja.

Pengetahuan ushul ini penting diketahui dan difahami kerana ushul itu kesempurnaan. Kalau tidak ada ushul, bagaimana kita akan mendapatkan kesempurnaan? Jadi, belajar itu hendaklah sampai pada pemahaman yang tidak dimakan oleh ushul. [tidak tertolak atau bertentangan dengan ushul]

Ketahuilah bahwa Zat itu Diri Makrifat. Diri Makrifat itu menghimpunkan semua Afa`al, semua Asma, semua Sifat, dan semua Diri. Sederhananya, Diri Makrifat itu menghimpunkan semua Tubuh-Hati-Nyawa-Rahsia.

Diri Makrifat itulah yang menggerakkan Zat-Sifat-Asma-Afa`al. Diri Makrifat ini Rahsia Allah yang ada pada Adam (kita). Kalau sudah faham ini, bagaimana lagi kita mahu menyangkal bahwa tiada perbuatan baharu lagi?

“Jika bukan kerana engkau Muhammad, tiada Aku ciptakan Alam ini.”
Apa hikmah perkataan ini dari sisi hakiki? Kalau tidak ada engkau Diri Makrifat, tidak akan ada pergerakan Jasad. Inilah isyarat dua Kalimah Shahadat.

Jadi Diri Makrifat itu Sifat Allah juga Rahsia Allah. Jadi diri Makrifat itu jadi apa pada kita ini? Jadi RUH.

Cahaya Diri Makrifat inilah yang menjadi firasatan, sedangkan Nur Muhammad itu menjadi PER.INGAT.AN.

Posting Komentar untuk "TUBUH HATI NYAWA RAHASIA"

Berlangganan via Email