Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengapa Ada Burung Berkaki Panjang?

Perhatikan burung-burung yang berkaki panjang itu! Apa faedah kakinya panjang? Kebanyakan burung-burung ini mencari makan di air yang dangkal. Anda lihat ia berdiri di atas kedua kakinya, dan memperhatikan apa yang bergerak di dalam air. Apabila ia melihat sesuatu yang diinginkannya, ia melangkah secara pelan-pelan sampai dapat menangkapnya. Andai saja kakinya pendek, maka ketika dia berjalan menuju mangsanya untuk menangkapnya, pasti dia menempelkan perutnya pada air. Sehingga, itu akan menimbulkan riak gelombang dan membuat takut dan lari mangsanya. Itulah sebabnya dua kaki panjangnya tersebut diciptakan untuknya agar dia dapat memperoleh hajatnya.

Setiap burung punya kaki dan leher yang panjang agar dapat menjangkau makanan dari tanah. Kalau kedua kakinya panjang dan lehernya pendek, dia tidak dapat menjangkau sesuatu pun dari tanah. Di samping lehernya yang panjang itu, bisa jadi dia juga dibantu dengan paruhnya yang panjang agar makin mudah memenuhi hajatnya.

Kemudian perhatikanlah bagaimana burung-burung pipit itu mencari makanannya seharian penuh. Mereka tidak pernah tidak pernah kehabisan makanan, tapi juga tidak pernah memperolehnya dalam keadaan siap saji. Mereka memperoleh makanannya dengan bergerak dan mencari ke tempat-tempat yang jauh. Maha Suci Tuhan yang telah menakdirkan dan memudahkannya. Makanannya mungkin didapat bila dicari, dan tidak datang bila tidak dicari. Akan tetapi, Dia menjadikannya dapat memperoleh makanan setiap waktu dan setiap tempat, bahkan dari dinding dan atap.

Mereka dapat memakannya dengan gerakan ringan. Tidak ada burung jenis lain yang ikut nimbrung. Kalau saja makanannya itu siap saji dan terkumpul semuanya, tentu burung-burung besar ikut makan dan mengalahkan mereka. Juga, apabila makanan itu terkumpul dan telah siap dimakan, tentu mereka langsung menyantapnya dengan nafsu dan rakus, tidak berhenti meski telah kenyang sehingga akhirnya mati.

Begitu pula manusia. Seandainya makanan mereka siap disantap tanpa perlu kerja dan membanting tulang, pasti timbul sifat rakus dan tamak, banyak kerusakan dan kejahatan di muka bumi. MahaSuci Allah Yang Maha Tahu dan Maha Pengasih yang tidak mencipta dengan percuma dan main-main.

Lihatlah burung-burung yang hanya keluar pada malam hari, seperti burung hantu dan kelelawar. Makanannya telah tersedia di udara, bukan biji atau daging, melainkan nyamuk, laron, dan sejenisnya. Mereka menangkapnya di udara sekedar hajatnya lalu kembali ke sarang, tidak keluar lagi kecuali pada malam hari. Hikmahnya: karena nyamuk, laron, dan sejenisnya banyak bertebaran di udara, maka hampir-hampir tidak ada tempat yang kosong dari keberadaannya. Cobalah Anda meletakkan lampu di malam hari, di atap atau depan rumah, akan banyak nyamuk dan laron yang berdatangan. Dan, laron-laron itu bodoh, tidak ada hewan terbang yang lebih bodoh dan lebih lemah darinya. Bukti kebodohannya: Anda lihat ia menjatuhkan diri ke dalam api sehingga mati terbakar meski Anda telah mengusirnya.

Karena hewan-hewan semacam ini memenuhi angkasa, maka mereka dijadikan sebagai makanan burung-burung yang keluar di malam hari tersebut. Apabila telah datang siang, mereka menyepi ke dalam sarangnya. Jadi, malam baginya seperti siang bagi burung lain, dan siang hari adalah malam bagi burung yang lain. Tuhan yang menanggung rezeki seluruh makhluk telah menyediakan rezekinya di udara. Dia tidak membiarkan burung tersebut dengan kelemahannya terkatung-katung tanpa rezeki.

Ini adalah salah satu hikmah dan faedah diciptakannya laron, belalang, dan nyamuk. Mereka jadi rezeki bagi satu umat yang bertasbih kepada Allah SWT. Kalau tidak, tentu mereka banyak bertebaran sehingga mendatangkan madharat bagi manusia, dan mengganggu ketenangan mereka. Lihatlah bagaimana takdir Allah SWT yang ajaib memaksa akal untuk mengakui ketuhanan-Nya, kekuasaan, ilmu, dan hikmah-Nya. Juga menyadarkan akal bahwa apa yang disaksikannya itu bukanlah kebetulan, atau tanpa pengaturan. Sama sekali fitrah manusia tidak dapat mengingkarinya.

Tadi telah kita singgung nama kelelawar. Ia adalah hewan yang berbadan aneh, antara bentuk burung dan hewan berkaki empat. Tapi ia lebih dekat ke hewan berkaki empat. Ia punya dua telinga yang menonjol, punya gigi dan anus, melahirkan, menyusui, dan berjalan dengan empat kaki. Ini semua sifat-sifat hewan berkaki empat. Hanya saja, dia punya dua sayap untuk terbang bersama burung-burung lainnya.

Karena matanya tidak kuat menghadapi sinar matahari, maka siangnya adalah malam hari. Jika matahari telah tenggelam, mereka menyebar. Dari sini, bangsa Arab menyebut orang yang matanya kabur dengan akhfasy. Oleh karena itu, makanannya adalah hewan-hewan lemah yang hanya terbang pada malam hari.

Sebagian orang yang berbicara tentang hewan mengatakan bahwa kelelawar tidak makan apa-apa tapi makanannya hanya angin (embun) yang dingin itu saja. Ini adalah kebohongan atas diri hewan ini, sebab dia buang air kecil. Para fukaha telah membahas hukum air kencingnya, apakah najis karena merupakan kencing hewan yang tidak halal dimakan, ataukah najis tapi dimaafkan kalau sedikit karena sulit menghindarinya? Ada dua pendapat, dan keduanya riwayat dari Imam Ahmad. Tapi, sebagian fukaha tidak menajiskan kencingnya sama sekali. Ini adalah pendapat yang paling tepat, sebab tidak ada nash dalam masalah ini. Kencingnya tidak dapat dikiaskan kepada kencing-kencing yang najis karena tidak ada sisi persamaan yang kuat antara keduanya. Namun, di sini bukan tempat menyebutkan alasan dan dalil masing-masing pihak.

Selanjutnya, kalau kelelawar tidak memakan sesuatu pun, tentu tidak punya gigi. Sebab gigi tidak ada artinya bagi makhluk yang tidak makan apa-apa. Karena itulah anak bayi tidak diberi gigi sebab dia tidak makan. Baru setelah besar dan memerlukan makanan, dia dibantu dengan gigi untuk memotong makanan dan geraham untuk mengunyahnya. Sungguh, tidak ada satu pun ciptaan Allah yang hampa dari hikmah dan sia-sia.

Adapun manfaat dan hikmah diciptakannya kelelawar, sebagiannya telah disebutkan para tabib dalam kitab-kitab mereka sejauh yang mereka ketahui. Sampai-sampai kencingnya dimasukkan sebagai campuran celak mata. Kalau kencingnya saja mendatangkan manfaat, apalagi keseluruhan kelelawar itu.

Dan, terdapat sumber terpercaya yang menceritakan bahwa ada seekor burung bersarang pada sebuah pohon, lalu dia melihat seekor ular besar dengan mulut terbuka menghadap ke sarangnya siap memangsanya. Maka, ketika dia panik dalam mencari keselamatan, tiba-tiba dia menemukan rumput berduri di dalam sarangnya. Lalu dia mengambil dan menusukkannya ke mulut ular tersebut. Sehingga, ular itu pun meliuk-liuk hingga akhirnya mati.

Posting Komentar untuk "Mengapa Ada Burung Berkaki Panjang?"

Berlangganan via Email